Kolaborasi Pendidikan dan Sosial Mahasiswa Kukerta Mandiri FEBI UIN STS Jambi melalui Program Magrib Mengaji, Sosialisasi Anti-Bullying, dan Pengajaran Madrasah di Desa Adipura Kencana oleh Muhamad Ikbal
Kolaborasi Pendidikan dan Sosial Mahasiswa
Kukerta Mandiri FEBI UIN STS Jambi melalui Program Magrib Mengaji, Sosialisasi
Anti-Bullying, dan Pengajaran Madrasah di Desa Adipura Kencana
Muhamad Ikbal
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN
Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
E-mail: muhamadikbal22020@gmail.com
Abstrak
The Independent
Community Service Program (Kukerta) is a form of implementation of the Tri
Dharma of Higher Education in the aspect of community service. This article
discusses the experiences and contributions of students from the Faculty of
Islamic Economics and Business (FEBI) of UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi in
implementing the Independent Kukerta program in Adipura Kencana Village. The
main programs implemented include Magrib Mengaji (Quran Recitation),
anti-bullying socialization at the junior and senior high school levels, and
teaching at the madrasah (Islamic school). The objectives of this program are
to improve religious literacy, shape students' character with noble morals, and
raise social awareness regarding the importance of a learning environment safe
from bullying practices. The implementation method is carried out through a
participatory approach, namely students directly involved with the community,
teachers, and students in each activity. The results of the implementation show
that the Magrib Mengaji program is able to increase children's interest in
learning the Qur'an and strengthen religious understanding. The anti-bullying
socialization received a positive response from students and teachers because
it was able to provide new understanding of the negative impacts of bullying
and strategies for preventing it. Meanwhile, teaching activities at the
madrasah contributed to increasing students' knowledge, both in academic
aspects and Islamic values. The overall program demonstrates strong collaboration
between students, educational institutions, and the community in realizing a
more inclusive, religious, and character-based education. Thus, the Independent
Kukerta (Competency-Based Community Service) in Adipura Kencana Village not
only improves the quality of education but also fosters sustainable social
awareness.
Keywords: Independent
Kukerta, FEBI UIN STS Jambi, Maghrib Recitation, Anti-Bullying, Madrasah,
Adipura Kencana Village.
Abstrak
Kegiatan Kuliah
Kerja Nyata (Kukerta) Mandiri merupakan bentuk implementasi Tri Dharma
Perguruan Tinggi pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Artikel ini membahas
pengalaman dan kontribusi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)
UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam melaksanakan program Kukerta Mandiri di
Desa Adipura Kencana. Program utama yang dijalankan meliputi Magrib Mengaji,
sosialisasi anti-bullying di tingkat SMP dan SMA, serta pengajaran di madrasah.
Tujuan dari pelaksanaan program ini adalah untuk meningkatkan literasi
keagamaan, membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, serta menumbuhkan
kesadaran sosial terkait pentingnya lingkungan belajar yang aman dari praktik
perundungan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif,
yaitu mahasiswa terlibat langsung bersama masyarakat, guru, dan siswa dalam
setiap kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa program Magrib Mengaji
mampu meningkatkan minat anak-anak dalam belajar Al-Qur’an dan memperkuat
pemahaman agama. Sosialisasi anti-bullying mendapat respon positif dari para
siswa dan guru karena mampu memberikan pemahaman baru tentang dampak buruk
perundungan serta strategi pencegahannya. Sementara itu, kegiatan mengajar di
madrasah berkontribusi pada peningkatan pengetahuan siswa, baik dalam aspek
akademik maupun nilai keislaman. Keseluruhan program memperlihatkan adanya
kolaborasi yang baik antara mahasiswa, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam
mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif, religius, dan berkarakter. Dengan
demikian, Kukerta Mandiri di Desa Adipura Kencana tidak hanya berdampak pada
peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga membangun kesadaran sosial yang
berkelanjutan.
Kata Kunci: Kukerta Mandiri,
FEBI UIN STS Jambi, Magrib Mengaji, Anti-Bullying, Madrasah, Desa Adipura
Kencana.
Pendahuluan
Pendidikan
memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kepribadian, meningkatkan
kualitas sumber daya manusia, dan membangun peradaban suatu bangsa
Universitas
Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai lembaga pendidikan
tinggi Islam turut mengambil bagian dalam pelaksanaan program Kukerta melalui
berbagai skema, salah satunya adalah Kukerta Mandiri. Program ini memberi ruang
bagi mahasiswa untuk menginisiasi kegiatan pengabdian yang disesuaikan dengan
kebutuhan masyarakat di lokasi penempatan. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam (FEBI) yang umumnya fokus pada bidang ekonomi dan keislaman, juga
didorong untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial dan pendidikan sebagai
bentuk pengamalan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Salah
satu lokasi pelaksanaan Kukerta Mandiri adalah Desa Adipura Kencana, yang
menjadi pusat kegiatan mahasiswa FEBI UIN STS Jambi. Desa ini memiliki
karakteristik masyarakat religius dengan tingkat partisipasi pendidikan yang
cukup baik. Namun demikian, tantangan dalam penguatan literasi keagamaan,
pembentukan karakter siswa, serta penanggulangan masalah sosial di lingkungan
sekolah masih perlu mendapatkan perhatian khusus
Dalam
konteks inilah, mahasiswa Kukerta Mandiri FEBI UIN STS Jambi melaksanakan tiga
program utama, yaitu Magrib Mengaji, Sosialisasi Anti-Bullying, dan Pengajaran
di Madrasah. Program Magrib Mengaji dirancang untuk menghidupkan kembali
tradisi belajar Al-Qur’an setelah salat Magrib. Kegiatan ini tidak hanya
melatih kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menginternalisasikan
nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program ini
berperan penting dalam meningkatkan kualitas spiritual masyarakat, khususnya
anak-anak dan remaja desa.
Selain
itu, sosialisasi anti-bullying merupakan upaya mahasiswa dalam membangun
kesadaran siswa SMP dan SMA terhadap bahaya perundungan. Fenomena bullying
telah menjadi isu serius di dunia pendidikan, karena berdampak negatif pada
perkembangan mental, emosional, dan prestasi akademik peserta didik
Program
terakhir adalah pengajaran di madrasah, yang berfokus pada transfer pengetahuan
baik dalam bidang keilmuan umum maupun pendidikan agama Islam. Kehadiran
mahasiswa Kukerta membantu meringankan beban guru dan memberikan pengalaman
belajar yang berbeda bagi siswa. Melalui metode pembelajaran yang interaktif,
mahasiswa tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai
disiplin, motivasi belajar, serta akhlak mulia. Kegiatan ini menjadi bentuk
nyata kolaborasi antara mahasiswa dengan institusi pendidikan formal dalam
rangka meningkatkan mutu pendidikan di Desa Adipura Kencana.
Urgensi
dari pelaksanaan program Kukerta Mandiri ini tidak terlepas dari tantangan
globalisasi dan modernisasi yang semakin kompleks. Di satu sisi, perkembangan
teknologi informasi memberikan kemudahan akses pendidikan, namun di sisi lain
juga membawa tantangan berupa pergeseran nilai, gaya hidup instan, dan potensi
konflik sosial di kalangan generasi muda. Melalui program-program berbasis
keagamaan, sosial, dan pendidikan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen
perubahan yang menjembatani kebutuhan masyarakat dengan solusi yang kontekstual
dan aplikatif.
Dari
perspektif akademis, pelaksanaan Kukerta Mandiri ini juga menjadi wadah bagi
mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan non-akademik seperti kepemimpinan,
komunikasi, manajemen kegiatan, serta kerja sama tim
Secara
filosofis, kegiatan ini juga merepresentasikan ajaran Islam tentang pentingnya
amar ma’ruf nahi munkar. Melalui Magrib Mengaji, mahasiswa mengajak masyarakat
untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui Al-Qur’an
Berdasarkan
uraian tersebut, jelas bahwa program Kukerta Mandiri mahasiswa FEBI UIN STS
Jambi di Desa Adipura Kencana tidak hanya sebatas kegiatan rutin pengabdian,
tetapi juga merupakan bentuk nyata kolaborasi pendidikan dan sosial. Kolaborasi
ini melibatkan mahasiswa, lembaga pendidikan, masyarakat, serta tokoh agama
yang bersama-sama membangun lingkungan pendidikan yang lebih religius,
inklusif, dan berkarakter.
Dengan
demikian, penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci
pelaksanaan program Kukerta Mandiri mahasiswa FEBI UIN STS Jambi di Desa
Adipura Kencana, dengan fokus pada tiga kegiatan utama: Magrib Mengaji,
Sosialisasi Anti-Bullying, dan Pengajaran di Madrasah. Harapannya, hasil kajian
ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan program Kukerta berikutnya, serta
memberikan kontribusi bagi pengembangan model pengabdian masyarakat berbasis
kolaborasi pendidikan dan sosial di lingkungan perguruan tinggi Islam.
Metodelogi
Pelaksanaan
program Kukerta Mandiri mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN
Sulthan Thaha Saifuddin Jambi di Desa Adipura Kencana menggunakan pendekatan
partisipatif dengan model service learning, yakni keterlibatan langsung
mahasiswa dalam proses pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Metode ini
dipilih untuk menciptakan interaksi yang aktif, saling belajar, serta membangun
kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, guru, dan siswa
Kegiatan
dirancang melalui tiga tahap utama. Pertama, observasi lapangan, yaitu
mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, khususnya dalam aspek pendidikan
keagamaan, sosial, dan sekolah. Tahap ini melibatkan komunikasi dengan tokoh
agama, guru, dan perangkat desa untuk memperoleh data lapangan yang relevan.
Kedua, perencanaan program, di mana mahasiswa menyusun rancangan kegiatan
Magrib Mengaji, sosialisasi anti-bullying, dan pengajaran madrasah, termasuk
materi, metode, dan strategi pelaksanaannya. Ketiga, implementasi kegiatan,
yakni pelaksanaan program sesuai jadwal dengan melibatkan anak-anak, siswa
SMP/SMA, serta masyarakat setempat.
Metode
pengumpulan data dalam kegiatan ini bersifat deskriptif, melalui pengamatan
langsung, dokumentasi, dan wawancara informal. Seluruh informasi yang diperoleh
dianalisis secara kualitatif untuk melihat efektivitas kegiatan, respon
masyarakat, serta dampak program terhadap peningkatan literasi keagamaan,
kesadaran anti-bullying, dan kualitas pembelajaran di madrasah.
Hasil
dan Pembahasan
Hasil
Pelaksanaan
program Kukerta Mandiri mahasiswa FEBI UIN STS Jambi di Desa Adipura Kencana
berlangsung selama satu bulan dengan berbagai aktivitas yang terfokus pada tiga
program utama: Magrib Mengaji, Sosialisasi Anti-Bullying, dan Pengajaran di
Madrasah.
1. Program
Magrib Mengaji
Program Magrib Mengaji dilaksanakan setiap sore setelah salat Magrib di mushola dan masjid desa. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator sekaligus pembimbing anak-anak dalam membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini disambut baik oleh orang tua dan tokoh agama setempat, karena dianggap mampu membangkitkan kembali semangat anak-anak untuk belajar Al-Qur’an.
Gambar
1: Proker
Magrib Mengaji
Jumlah
peserta berkisar antara 25–40 anak setiap harinya, dengan rentang usia 7 hingga
15 tahun. Pada awal pelaksanaan, sebagian besar anak masih terbata-bata membaca
Al-Qur’an, bahkan beberapa di antaranya belum mengenal tajwid dengan baik.
Melalui pembimbingan intensif, kemampuan mereka menunjukkan perkembangan
signifikan. Anak-anak mulai berani membaca secara bergiliran, memperbaiki
bacaan, dan memahami makna ayat yang dibaca.
Selain
belajar membaca, mahasiswa juga menyelipkan materi akhlak dan kisah-kisah
islami sederhana untuk memperkuat nilai religius. Respon masyarakat sangat
positif, bahkan beberapa orang tua ikut mendampingi anak-anaknya selama
kegiatan berlangsung. Kegiatan ini juga memunculkan keakraban antara mahasiswa
dan masyarakat, sehingga tercipta suasana kekeluargaan.
2. Sosialisasi
Anti-Bullying
Sosialisasi
anti-bullying dilakukan di SMP dan SMA yang ada di Desa Adipura Kencana.
Kegiatan ini melibatkan sekitar 150 siswa dengan metode penyuluhan interaktif.
Mahasiswa menggunakan media presentasi, video edukasi, serta simulasi permainan
peran untuk menjelaskan pengertian bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik,
psikologis, dan cyberbullying), serta dampak negatif yang ditimbulkan.
Gambar
2: Sosialisasi
Anti-Bullying
Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa sebelumnya belum memiliki
pemahaman yang komprehensif mengenai bullying. Mereka cenderung menganggap
ejekan dan candaan kasar sebagai hal yang lumrah. Setelah kegiatan, siswa mulai
menyadari bahwa tindakan tersebut dapat merugikan orang lain secara psikologis.
Respon
siswa cukup antusias, terlihat dari partisipasi aktif dalam diskusi dan sesi
tanya jawab. Guru-guru juga menyatakan apresiasi terhadap program ini karena
mendukung upaya sekolah menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Sebagai
tindak lanjut, beberapa guru berinisiatif membentuk kelompok “Sahabat
Anti-Bullying” untuk memantau interaksi antar siswa.
3. Pengajaran
di Madrasah
Program
pengajaran di madrasah dilaksanakan di salah satu madrasah ibtidaiyah desa
dengan jumlah murid sekitar 80 siswa. Mahasiswa membantu guru dalam mengajar
mata pelajaran umum seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan
Sosial, serta pelajaran keagamaan seperti Fiqih, Akidah Akhlak, dan Bahasa
Arab.
Gambar
3: Sosialisasi
Gemar Menabung
Mahasiswa
mengadopsi metode pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok, kuis, permainan
edukatif, dan pembelajaran berbasis cerita. Metode ini mendapat respon positif
dari siswa karena berbeda dengan pola belajar biasanya yang cenderung satu
arah. Antusiasme siswa meningkat, ditandai dengan keterlibatan aktif dalam
menjawab pertanyaan dan menyelesaikan tugas.
Selain
aspek akademik, mahasiswa juga menekankan kedisiplinan dan nilai-nilai moral.
Mereka menjadi teladan dalam hal kehadiran tepat waktu, berpakaian rapi, serta
menjaga etika berbicara. Guru-guru madrasah merasa terbantu dengan kehadiran
mahasiswa, karena beban mengajar dapat terbagi sekaligus memberi warna baru
dalam proses pembelajaran.
4. Dukungan
Masyarakat dan Pihak Desa
Kesuksesan
pelaksanaan program tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan perangkat desa.
Kepala desa, tokoh agama, dan guru madrasah aktif mendampingi mahasiswa dalam
menjalankan program. Masyarakat juga memberikan fasilitas berupa tempat
tinggal, konsumsi, serta sarana kegiatan. Kolaborasi ini menciptakan sinergi
positif antara mahasiswa dan masyarakat.
Secara
keseluruhan, hasil pelaksanaan Kukerta Mandiri ini menunjukkan peningkatan
dalam tiga aspek utama:
- Religiusitas – meningkatnya minat dan
kemampuan anak-anak dalam membaca Al-Qur’an.
- Kesadaran sosial – meningkatnya
pemahaman siswa tentang dampak bullying dan pentingnya sikap saling
menghargai.
- Kualitas pendidikan – adanya variasi
metode pembelajaran di madrasah yang membuat siswa lebih termotivasi untuk
belajar.
Pembahasan
Hasil
pelaksanaan Kukerta Mandiri di Desa Adipura Kencana memperlihatkan bahwa
kolaborasi pendidikan dan sosial yang dilakukan mahasiswa FEBI UIN STS Jambi
mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
1. Magrib
Mengaji sebagai Upaya Penguatan Literasi Keagamaan
Tradisi
Magrib Mengaji merupakan kearifan lokal yang mulai memudar seiring perkembangan
zaman
Secara
teoritis, kegiatan ini sejalan dengan konsep pendidikan Islam yang menekankan
integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai agama. Pendidikan agama bukan
hanya transfer ilmu, tetapi juga pembiasaan ibadah dan pembentukan akhlak.
Kehadiran mahasiswa membantu mengisi kekosongan peran guru ngaji di desa dan
memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pembelajaran.
2. Sosialisasi
Anti-Bullying sebagai Pendidikan Karakter
Fenomena
bullying di sekolah seringkali dianggap masalah sepele, padahal berdampak
serius terhadap perkembangan psikologis siswa
Kegiatan
ini menunjukkan pentingnya pendidikan karakter di sekolah. Mahasiswa Kukerta
berperan sebagai agen perubahan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi
juga menanamkan nilai empati, toleransi, dan kepedulian sosial. Hal ini selaras
dengan tujuan pendidikan nasional, yaitu menciptakan generasi berkarakter,
berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.
3. Pengajaran
Madrasah sebagai Wujud Kolaborasi Akademik
Kegiatan
mengajar di madrasah membuktikan bahwa kehadiran mahasiswa dapat memperkaya
metode pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajar siswa
Kolaborasi
antara mahasiswa dan guru madrasah menunjukkan sinergi positif dalam
meningkatkan mutu pendidikan. Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis sebagai
calon pendidik atau tenaga profesional, sedangkan guru terbantu dalam
menjalankan tugasnya. Kegiatan ini sejalan dengan konsep service learning, di
mana mahasiswa belajar melalui pelayanan masyarakat.
4. Sinergi
Mahasiswa dan Masyarakat
Dukungan
masyarakat desa menjadi faktor penting keberhasilan program Kukerta. Kolaborasi
ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat bukanlah kerja sepihak, melainkan
hasil kerjasama antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan
5. Dampak
Jangka Panjang
Secara
jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat
untuk terus melanjutkan program-program serupa. Magrib Mengaji dapat dijadikan
agenda rutin desa, sosialisasi anti-bullying dapat diperkuat melalui kurikulum
sekolah, dan metode pengajaran interaktif dapat diadaptasi oleh guru madrasah.
Dengan demikian, program Kukerta tidak berhenti pada saat mahasiswa pulang,
tetapi meninggalkan jejak keberlanjutan.
6. Relevansi
dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Pelaksanaan
Kukerta Mandiri ini merefleksikan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi,
khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya mengamalkan ilmu
yang diperoleh di kampus, tetapi juga belajar langsung dari masyarakat. Dengan
demikian, terjadi hubungan timbal balik antara mahasiswa dan masyarakat, yang
saling memperkaya pengalaman dan pengetahuan.
Kesimpulan
Pelaksanaan
Kukerta Mandiri mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sulthan
Thaha Saifuddin Jambi di Desa Adipura Kencana melalui program Magrib Mengaji,
Sosialisasi Anti-Bullying, dan Pengajaran di Madrasah menunjukkan hasil yang
positif dan berdampak nyata. Program Magrib Mengaji berhasil meningkatkan
literasi keagamaan anak-anak sekaligus menanamkan akhlak islami. Sosialisasi
anti-bullying memberikan pemahaman baru kepada siswa SMP dan SMA tentang dampak
buruk perundungan serta pentingnya sikap saling menghargai. Sedangkan kegiatan
pengajaran di madrasah memperkaya metode pembelajaran, meningkatkan motivasi
siswa, serta meringankan tugas guru.
Keseluruhan
program membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana, tetapi
juga sebagai agen perubahan yang mampu menjalin kolaborasi dengan masyarakat,
tokoh agama, dan lembaga pendidikan. Dampak jangka panjang dari kegiatan ini
diharapkan dapat terus berlanjut melalui peran aktif masyarakat dan sekolah.
Dengan demikian, Kukerta Mandiri bukan hanya sekadar kegiatan akademik,
melainkan wadah strategis untuk membentuk mahasiswa yang berilmu, berakhlak,
dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Penutup
Artikel
ini menegaskan bahwa keberhasilan program Kukerta Mandiri terletak pada sinergi
antara mahasiswa, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Semangat kolaborasi
inilah yang menjadi kunci tercapainya tujuan pengabdian masyarakat, yaitu
meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan
kesadaran sosial. Pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama Kukerta juga
memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya mengintegrasikan teori dengan
praktik, serta menyeimbangkan ilmu pengetahuan dengan pengabdian nyata.
Ke
depan, diharapkan kegiatan Kukerta Mandiri dapat terus dikembangkan dengan
inovasi program yang lebih beragam, sehingga kontribusi mahasiswa terhadap
masyarakat semakin optimal. Selain itu, dukungan dari perguruan tinggi,
pemerintah desa, dan masyarakat perlu diperkuat agar keberlanjutan program
dapat terjaga.
Ucapan
Terima Kasih
Penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UIN Sulthan Thaha
Saifuddin Jambi khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yang telah
memberikan kesempatan untuk melaksanakan Kukerta Mandiri. Ucapan terima kasih
juga disampaikan kepada Kepala Desa Adipura Kencana, tokoh agama, masyarakat,
guru madrasah, serta siswa SMP dan SMA yang telah mendukung penuh setiap
kegiatan. Tanpa dukungan dan kerjasama semua pihak, program ini tidak akan
berjalan dengan baik. Semoga hasil dari pengabdian ini dapat memberikan manfaat
berkelanjutan bagi masyarakat Desa Adipura Kencana, sekaligus menjadi
pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan
Tinggi.
Referensi
Amanda
Fiza, & Rahmah Yulia. (2024). PERAN MAHASISWA ASISTENSI MENGAJAR
PROGRAM MERDEKA BELAJAR DI SDIT AL-GHAZALI PALANGKA RAYA. AMPOEN : JURNAL
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 2(2), 1107–1115.
Anggini
Defi Intan, Asbari, M., & Permata Noor, S. (2023). Program Kampus Merdeka:
Wadah Mahasiswa Berkreasi, Berinovasi, dan Berprestasi. JOURNAL OF
INFORMATION SYSTEMS AND MANAGEMENT, 02(06), 39–42.
https://jisma.org
Arrahmi,
S. Z., Cahyani, B. H., & Khosiyono, B. H. C. (2025). Penguatan Karakter
Mandiri dan Disiplin Siswa Sekolah Dasar Melalui Implementasi Gerakan Literasi
Sekolah. Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 9(1), 1–22.
https://doi.org/10.26811/didaktika.v9i1.1399
Eka
Putra, Soni, S., Hul Hasanah, S., Rinaldi, R., & Ramadhanti, N. (2023).
Optimalisasi Peran Pendidikan Mahasiswa KKN Kelompok 55 Universitas
Muhammadiyah Riau Dalam Membangun Generasi Masa Depan. Jurnal Pengabdian
UntukMu NegeRI, 7(2), 226–233.
https://doi.org/10.37859/jpumri.v7i2.6035
Hanim,
Z., Anggal, N., & Sanda, Y. (2023). Strategi pembiayaan pendidikan pada
perguruan tinggi keagamaan Katolik swasta untuk pemenuhan capaian kinerja. JPPI
(Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 9(2), 604–614.
https://doi.org/10.29210/020232813
Ihsan
Batubara, Aini Fadilah Daulay, Resti Agustina, Melda Junita Nst, Nur Padilah,
Cahyani Aulia Fitri, Khodijah Nasution, & Siti Khairani. (2024). Peran
Mahasiswa KKN Dalam Pengembangan Pendidikan Anak-Anak di Desa Pintu Padang. Jurnal
Informasi Pengabdian Masyarakat, 2(1), 104–114.
https://doi.org/10.47861/jipm-nalanda.v2i1.771
Kafiar
Elizabet, & Lewaherilla August. (2023). PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN
LITERASI BACA TULIS DAN LITERASI NUMERASI KELAS AWAL BERBASIS PENDIDIKAN
INKLUSIF DAN DISIPLIN POSITIF BAGI MAHASISWA CALON GURU SD PADA STKIP BIAK. Jurnal
GEMBIRA (Pengabdian Kepada Masyarakat), 1(4), 865–871.
Kusno
Aji, D. (2024). Implementasi Pengelolaan Zakat Profesi Pada Aparatur Sipil
Negara (ASN) Pada Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara. Jurnal Rumpun
Ekonomi Syariah, 7(2).
Prasa,
D., Fitriasari, A., Ramadiana, N., Zabar Muhamad Zamaludin, A., & Agustin,
D. (2024). Peran Mahasiswa Dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Longkewang
Melalui Inisiatif Rumah Belajar. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 5(1), 146–154. https://doi.org/10.31949/jb.v5i1.7180
Supriyadi,
Y., Syarifudin, E., Firdaos, R., Ayubi, S. Al, Ilzamudin, I., & Saputra,
Y. D. (2024). PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN AKADEMIK DALAM MENDUKUNG
TRANSFORMASI PTKIN. MAWA IZH JURNAL DAKWAH DAN PENGEMBANGAN SOSIAL
KEMANUSIAAN, 15(1), 84–101. https://doi.org/10.32923/maw.v15i1.4458
Syafarotun
Najah, T., Pebrianti, I., Rifaat, H., Kamaliah, U., Irawan, R., Hidayatulloh,
R., Sari, W., Gusti Ningsih, W., Sari Yeyen, S., Haris Pauzan, M., &
Adisty, L. (2023). Peran Mahasiswa KKN Dalam Membantu Kegiatan Proses Belajar
Mengajar Di Sekolah Desa Tahai Baru. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Nusantara (JPkMN), 4(4), 4193–4200.
https://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i4
Zahara,
L., Yogisti, U., Defiami, A., Fortuna, I. M., Apprila, M., & Syaputra, A.
(2025). PARTISIPASI MAHASISWA KKN UNP DALAM MEMBANTU PROSES BELAJAR MENGAJAR
DI SDN 08 NAGARI INDUDUR. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02),
342–354.
Lampirana
Komentar
Posting Komentar